Jumat, 22 September 2023

Rangkuman 4 Teori MK Inovasi & Teknik Konseling

 Teori Trait and Factor

  


 
Teori Trait and Factor adalah salah satu teori yang digunakan dalam bidang konseling karier. Teori ini dikembangkan oleh Frank Parsons pada awal abad ke-20 dan telah menjadi dasar untuk banyak pendekatan dalam bimbingan karier.

    Teori Trait and Factor berfokus pada kesesuaian antara sifat-sifat individu (traits) dengan faktor-faktor pekerjaan (factors). Teori ini mengasumsikan bahwa setiap individu memiliki karakteristik unik yang dapat dipasangkan dengan pekerjaan yang sesuai.

    Teori Trait and Factor membantu individu dalam mengambil keputusan karier dengan memberikan informasi tentang pekerjaan yang sesuai dengan sifat-sifat mereka. Proses pengambilan keputusan melibatkan pemahaman diri, eksplorasi pekerjaan, dan pemilihan pekerjaan yang sesuai.

    Dalam aplikasinya, Teori Trait and Factor sering menggunakan alat bantu seperti tes minat, tes kepribadian, dan tes kemampuan untuk membantu individu memahami diri mereka sendiri dan menemukan pekerjaan yang sesuai.

Teori ini sering digunakan dalam konteks pendidikan dan konseling karier. Konselor karier dapat membantu siswa atau klien mereka menggunakan teori ini untuk membuat keputusan karier yang lebih baik


Teori Pendekatan Behavioristik


Pendekatan behavioristik adalah perspektif dalam psikologi yang menekankan pengamatan dan pengukuran perilaku yang dapat diamati.

Behaviorisme menganggap bahwa perilaku manusia adalah hasil dari pembelajaran melalui interaksi dengan lingkungan. Konsep penguatan (Reinforcement) adalah kunci dalam teori ini. Menurut teori ini, perilaku yang diperkuat (diberi imbalan atau hukuman yang sesuai) akan lebih mungkin terulang, sementara perilaku yang tidak diperkuat akan cenderung berkurang.

Beberapa tokoh terkenal dalam pendekatan behavioristik adalah Ivan Pavlov, John B. Watson, dan B.F. Skinner. Meskipun pendekatan behavioristik telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang pembelajaran dan perilaku manusia, banyak kritik telah diajukan terhadap pendekatan ini, terutama karena terlalu fokus pada perilaku yang dapat diamati dan mengabaikan proses kognitif internal yang penting dalam pemahaman perilaku manusia.


Teori Rational Emotional Therapy



Terapi Emosional Rasional (Rational Emotive Therapy), adalah suatu bentuk terapi kognitif yang dikembangkan oleh psikoterapis Albert Ellis. Terapi ini berfokus pada peran pemikiran dan keyakinan individu dalam menciptakan emosi dan perilaku yang berhubungan dengannya.

Ellis mengidentifikasi keyakinan irasional sebagai faktor utama yang menyebabkan emosi negatif dan perilaku maladaptif. Keyakinan ini sering berbentuk absolut, seperti "Saya harus selalu berhasil" atau "Semua orang harus menyukai saya."

Melalui perubahan keyakinan irasional, individu dapat mengubah respons emosional dan perilaku mereka, mengurangi emosi negatif seperti kecemasan dan depresi, serta mengembangkan koping yang lebih efektif.

Terapi Emosional Rasional adalah salah satu bentuk terapi kognitif yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah psikologis, termasuk gangguan kecemasan, depresi, dan masalah hubungan. Ini membantu individu untuk merasionalisasi pemikiran mereka, mengurangi ketegangan emosional, dan mengarahkan mereka menuju perilaku yang lebih sehat dan lebih adaptif.


Teori Konseling Realita


Teori konseling realita adalah pendekatan konseling yang dikembangkan oleh William Glasser. Pendekatan ini menekankan pemahaman dan penyelesaian masalah klien dengan berfokus pada realitas, tanggung jawab pribadi, dan hubungan antara perilaku dan pilihan.

Teori konseling realita mengajarkan bahwa individu memiliki tanggung jawab pribadi atas kebahagiaan dan keberhasilan mereka. Ini berarti bahwa klien memiliki kontrol atas tindakan dan perilaku mereka.

Teori konseling realita menekankan perubahan perilaku melalui pilihan yang lebih baik, peningkatan pengendalian diri, dan pemahaman yang lebih baik tentang realitas. Pendekatan ini sering digunakan dalam konseling individu, terapi keluarga, dan terapi kelompok untuk membantu individu mengatasi masalah pribadi, perasaan stres, dan masalah antarpersonal.

Kamis, 21 September 2023

PENDEKATAN TRAIT AND FACTOR


 
Pendekatan Trait and Factor adalah salah satu pendekatan yang digunakan dalam konseling karier dan pemilihan pekerjaan. Pendekatan ini juga dikenal dengan sebutan "Matching Model" atau "Trait-Factor Theory." Pendekatan ini dikembangkan pada awal abad ke-20 oleh Frank Parsons, yang dianggap sebagai bapak konseling karier.

  1. 💕Pemahaman tentang Individu:

    • Pendekatan Trait and Factor berfokus pada pemahaman yang mendalam tentang individu, termasuk minat, bakat, nilai-nilai, dan karakteristik pribadi lainnya.
  2. 💕Penilaian Minat dan Kemampuan:

    • Pendekatan ini mengharuskan konselor atau penasihat karier untuk mengidentifikasi minat dan kemampuan individu secara sistematis melalui tes, wawancara, dan pengamatan.
  3. 💕Pencocokan dengan Pekerjaan:

    • Tujuan utama dari pendekatan ini adalah mencocokkan individu dengan pekerjaan atau karier yang sesuai berdasarkan analisis terhadap trait (ciri) dan factor (faktor) individu.
  4. 💕Pengambilan Keputusan Karier:

    • Berdasarkan informasi yang dikumpulkan tentang individu, konselor karier membantu individu dalam mengambil keputusan yang lebih baik tentang pilihan karier dan pendidikan yang sesuai.
  5. 💕Prinsip Kecocokan:

    • Pendekatan Trait and Factor berdasarkan prinsip kecocokan (matching principle), yaitu bahwa individu akan lebih berhasil dan puas dalam pekerjaan jika ada kesesuaian antara karakteristik pribadi mereka dan tuntutan pekerjaan.
  6. 💕Pengembangan Rencana Karier:

    • Setelah pencocokan individu dengan pekerjaan yang sesuai, konselor karier membantu dalam merancang rencana karier yang realistis dan mencapai tujuan karier individu.
  7. 💕Dukungan Selama Perjalanan Karier:

    • Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemilihan pekerjaan awal tetapi juga memberikan dukungan dan bimbingan sepanjang perjalanan karier individu.

  8. 💫Kritik Terhadap Pendekatan Trait and Factor:

    • Meskipun pendekatan ini telah menjadi landasan dalam konseling karier, kritik mengatakan bahwa itu terlalu sederhana dan tidak mempertimbangkan faktor psikologis, sosial, dan kontekstual yang memengaruhi pilihan karier individu.

Pendekatan Trait and Factor adalah salah satu dari banyak model yang digunakan dalam konseling karier dan membantu individu dalam mengambil keputusan karier yang bijaksana berdasarkan karakteristik pribadi mereka. Namun, sekarang ini, banyak model konseling karier yang lebih kompleks telah berkembang untuk mempertimbangkan aspek-aspek yang lebih luas dalam pemilihan karier.

Selasa, 19 September 2023

Pendekatan Behavioristik

 Teori belajar behavioristik adalah tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Cognitive behavior therapy mengemukakan empat komponen penting pada manusia yaitu phisik, perilaku, kognisi dan emosi, di mana gangguan emosional akan mempengaruhi perilaku pada manusia sehingga terapi yang dikembangkan adalah mensikapi gangguan emosi secara kognitif dan perilaku yang menunjukkan kestabilan kognitif.

💟Implementasi teori behavioristik terhadap pembelajaran siswa yaitu:

✅Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati

✅Guru menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru,

✅Kesalahan harus segera diperbaiki

💟Prinsip Belajar dalam Pendekatan Behavioristik 

✅Reinforcement and Punishment; (penguatan dan hukuman)

✅Primary and Secondary Reinforcement; (penguatan primer dan sekunder)

✅Schedules of Reinforcement; (jadwal penguatan)

✅Contingency Management; (manajemen kontingensi)

✅Stimulus Control in Operant Learning; (kontrol stimulus dalam operant learning)

✅The Elimination of Responses (eliminasi dari respon-respon),


Dalam proses konseling, dimensi perubahan merupakan tujuan yang akan dicapai oleh konseli-konselor. Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan pendekatan dalam konseling, diantaranya adalah karakteristik personal (konseli), karakteristik problem, hingga pada tujuan yang hendak dicapai.






Rational Emotive Therapy

 Rational Emotive Therapy adalah teknik konseling yang menekankan pada interaksi berfikir secara akal sehat sehingga dapat merubah perasaan perilaku. Cara berfikir akan menimbulkan cara berperilaku.

💓 Tingkah laku Irrational dalam sudut pandang RET :

1. Ciri-ciri Berfikir :

🔅Tidak dapat dibuktikan

🔅Timbul rasa cemas dan khawatir yang sebenarnya tidak perlu.

🔅 Menghalangi individu untuk berkembang dalam kehidupan sehari-hari


2. Sebab-sebab individu tidak berfikir rasional

🔅Individu tidak berfikir jelas tentang saat ini / yang akan datang, apakah ini kenyatan atau imajinasi

🔅Individu tergantung pada perencanaan dan pemikiran orang lain

🔅Orang tua / masyarakat cenderung berfikir irrational dan diajarkan lewat media


3. Kelebihan RET

🔅Membantu klien untuk siap menghadapi kenyataan, menyadarkan klien terhadap nilai irrational yang membuatnya bermasalah

🔅Lebih Rasional

🔅Klien merasakan diri mereka punya keupayaan intelektual dan kemajuan dari cara berfikir


4. Kekurangan RET

🔅Konselor lebih otoritatif, sehingga klien terkesan dipaksa untuk melakukan apa yang selama ini ia rasa tidak sanggup

🔅Terapi ini terbatas pada individu dewasa

🔅 Ada klie yang mengalami gangguan emosi dan bergantung kepadanya dalam hidupnya

Senin, 18 September 2023

Konseling Realita

 Konseling realita adalah suatu pendekatan konseling yang berfokus pada masa sekarang dan masa depan, tidak pada masa lalu. Penekanan bahwa individu bertanggung jawab atas pilihan mereka dalam hidup. konseling realita memnentang pendekatan konseling lain yang memperlakukan klien sebagai individu yang sakit.

konseling ini digunakan untuk masalah stres, depresi dan kecanduan.

Tujuan Konseling realitas :

1. Menolong individu agar mampu mengurus dirinya sendiri, supaya dapat menentukan dan melaksanakan perilaku dalam bentuk nyata

2. Mendorong konseli agar mampu bertanggung jawab.


Ciri-ciri :

1. Menolak adanaya konsep sakit mental pada setiap individu, tetapi yang ada adalah perilaku tidak bertanggung jawab

2. Berfokus pada perilaku nyata guna mencapai tujuan 

3. Berorientasi pada keadaan yang akan datang dengan fokus perilaku yang sekarang yang mungkin bisa diubah diperbaiki dan dianalisi. Perilaku masa lampau tidak bisa diubah tapi diterima apa adanya sebagai pengalaman.


Teknik yang digunakan :

1.  Menggunakan role playing

2. Menggunakan humor agar relaks

3. Mengkronfontasi klien agar realistis

4. Membantu klien merumuskan perilaku yang akan dilakukan.

5. Membantu model-model peranan terapis sebagai guru yang lebih bersifat mendidik

6. membuat batas-batas yang tegas 

7. menggunakan terapi kejutan verbal / ejekan yang pantas untuk mengkonforntasi klien


kelebihan konseling realita

1. Konseling bertujuan untuk mempelajari tingkah laku baru sebagai upaya untuk memperbaiki tingkah laku


kekurangan :

1. Terlalu menekankan pada tingkah laku masa kini dengan mengabaikan konsep lain seperti alam bawah sadar dan riwayat pribadi.

2. Bergantung pada hubungan konselor dan konseli

3. Tergantung pada interaksi verbal dan komunikasi dua arah

© Tentang Hana | Blogger Template by Enny Law